Wednesday, February 17, 2010

KP di Total volume 1

KP (Kerja Praktek) adalah salah satu mata kuliah wajib untuk menyelesaikan studi di Jurusan Teknik Mesin UGM. Mahasiswa bisa mengajukan KP jika dia telah menempuh semua mata kuliah wajib dari semester 1 sampai 5. So, jika kalian mahasiswa teknik mesin yang udah masuk semester 5, sebaiknya kalian mulai persiapan untuk KP.


Persiapan KP dimulai dengan aktif mengikuti seminar-seminar Kerja Praktek yang diselenggarakan oleh kakak angkatan. Seminar itu cukup memberikan gambaran tentang industri-industri yang bisa dijadikan tempat KP, termasuk bidang-bidang yang sesuai dengan industri tersebut. Saran saya adalah pelajari baik-baik perusahaan yang anda tuju, pastikan perusahaan tersebut dapat dijadikan tempat Kerja Praktek yang sesuai.


Dari sejumlah industri yang dipresentasikan, ada satu industri yang menarik bagi saya, yaitu PT. Total E & P Indonesie.



Beberapa hal yang langsung membuat saya tertarik adalah adanya uang saku, tiket pesawat pulang pergi (kapan lagi naik pesawat gratis?), Hotel dan makan ditanggung selama 5 hari, dan kalo ditempatkan di lapangan dapat makan, mandi, laundry gratis. Posting di Blog orang juga bilang kalo kita bisa dapet kesempatan buat naik Copper ke offshore plantnya Total.



Tanpa Pikir panjang, pada awal semester 7, saya bersama teman mengajukan KP di Total untuk awal semester 8. Besar harapan kita agar KP kami diterima.

Setelah menunggu 6 bulan lamanya, akhirnya KP kami diterima. Dan pengumumannya tepat seminggu sebelum tanggal KP yang kami ajukan.Kami berangkat pada tanggal 14 Februari 2010 pukul 12.00 WIB dan tiba di Balikpapan pukul 14.30 WITA. Perjalanan itu adalah perjalan menuju petualangan di tanah kalimantan.

Read the next volume soon...

Tuesday, January 5, 2010

Indonesia negara yang miskin atau kaya?

Kalo yang ngejawab orangnya nasionalis pasti bakal ngomong kalo negara indonesia adalah negara yang kaya.
Kaya bisa berarti banyak hal, meskipun secara ekonomi negara kita emang bukan negara yang paling kaya di dunia,
tapi paling ga' kita kaya akan budaya. Budaya luhur warisan nenek moyang kita.
Bahkan sampe bisa di curi sama negara tetangga.

Kalo yang jawab orangnya sinis (SItuasi Nasib mISkin) pasti bakal jawab negara kita ini adalah negara yang miskin.
Orang kayak saya mau makan aja susahnya minta ampun... , mau beli beras juga susah,
ngidupin dapur aja dua hari sekali.

Kalo orang yang jawab rasionalis pasti bakal bilang kalo negara kita ini negara kaya. KOk bisa?
Coba bayangin aja berapa jumlah warga negar indonesia sekarang, 231 juta Boy?
nah, paling ga negara kita kaya sumber daya manusianya dalam hal kuantitas
selain itu, penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2008 nyampe 607770 unit (sumber google),
kemudian penjualan sampai september 2009 lalu mencapai angka 335301 unit (sumber www.ekozone.com).
kalo keduanya di jumlah jadi 943071 unit
terus kalo semua harganya dipukul rata 100 juta, total uang yang dikeluarkan untuk beli mobil sebesar 94307.1 miliar rupiah

seandainya uang tersebut dibagikan untuk masing-masing penduduk, maka setiap penduduk dapet 408255.8 juta rupiah,
uang yang cukup untuk hidup 21 bulan. Negara kita negara yang kaya kan?


Yupz, emang kalo diitung2 negara kita kaya juga
mungkin karena pembangunan yang kurang merata,
ditambah sikap kita yang kurang bersyuku dan berbagi, menjadi ancaman kemiskinan buat bangsa,,,

Semoga selalu menjadi hambaNya yang mampu berbagi, bersyukur, dan dalam perlindunganNya.. Amin.

Sunday, November 29, 2009

Antartika Mulai Menciut

Rabu, 25 November 2009 | 17:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tidak ada yang menyangka benua es di kutub selatan Bumi, Antartika, ternyata juga bisa meleleh dan menciut. Analisis terhadap data dari satelit pengukur gravitasi milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Grace, mengungkapkan bahwa pemanasan global mampu menjebol dinding-dinding bekunya di bagian timur yang sangat tebal, dingin, dan kukuh. Kulit es di sana mengelupas sepanjang tiga tahun terakhir.

Para peneliti yang mengerjakan analisis itu juga terkejut atas temuan tersebut. Pasalnya, ini terjadi di Antartika Timur--bukan bagian barat, yang memiliki semenanjung--yang selama ini dikenal stabil dan malah bisa bertambah luas. "Kami sangat terkejut melihat perubahan di Antartika Timur," ujar Jianli Chen dari Pusat Riset Antariksa di University of Texas, Austin, ketua tim.

Chen menggunakan data dari satelit kembar Gravity Recovery and Climate Experiment (Grace). Satelit yang terbang dalam formasi rapat dan mendeteksi perubahan gravitasi menit per menit itu pulalah yang sebelumnya menegaskan terjadinya penciutan dan kehilangan massa di Antartika Barat dan Greenland di Arktik.

Setelah relatif tetap (laju kehilangan es di musim panas dan pembentukannya di musim dingin seimbang) sepanjang 2002-2006, hasil pengukuran Grace menduga sebanyak 57 miliar ton (Gt) es telah mencair di Antartika Timur dan tak pernah kembali selama tiga tahun terakhir. Erosi es itu terjadi di banyak bagian, tapi yang terutama di pantainya.

Angka ini memang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan es yang hilang dari tetangganya, Antartika Barat, ataupun Greenland. Di tempat yang pertama, es mencair sebanyak 132 Gt setiap tahunnya. Sedangkan di Greenland, kombinasi data dari Grace dan hasil pengukuran lainnya melahirkan angka kehilangan es itu sebesar 273 Gt per tahun.

Dua tubuh es itu--tanpa Antartika Timur--jika mencari, seluruhnya mampu melambungkan muka air laut dunia setinggi 6-7 meter. Dengan lapisan es Antartika Timur, muka laut bisa lebih tinggi lagi menjadi sekitar 50-60 meter.

Meski begitu, banyak ahli yang belum yakin soal laju kehilangan es di Antartika Timur akan sedrastis di dua tubuh es yang lainnya itu. Selain suhu setempat yang masih jauh di bawah nol derajat Celsius, proses fisik penciutan itu pun belum diketahui.

"Di kawasan pantai ini, pulau-pulau es bisa terbentuk dan hanyut karena interaksi Antartika dengan samudra atau Antartika dengan pola cuaca tertentu, atau bisa juga karena danau subglasial yang mengalir di bawahnya yang melumasi gletser," kata Leigh Stearns, peneliti dari University of Kansas. Jika yang terjadi adalah kemungkinan ketiga, tentu, tidak sama dengan perubahan iklim.

Untuk mencari tahu proses fisik penyebab hilangnya es di Antartika Timur, Chen dan kawan-kawan hendak melakukan survei udara.

WURAGIL l NATUREGEOSCIENCE | BBC